Master Hsing Yun lahir
Lahir di Yangzhou, Tiongkok. Beliau menjadi tokoh besar dalam perkembangan Buddhisme modern, khususnya aliran Humanistic Buddhism.
Buddha's Light International Association
Organisasi umat Buddha internasional di bawah naungan Fo Guang Shan, yang didirikan oleh Master Hsing Yun untuk membawa Buddhisme Humanistik ke tengah kehidupan sehari-hari.
Perjalanan
Dari kelahiran seorang guru di Yangzhou hingga jaringan di lima benua.
Lahir di Yangzhou, Tiongkok. Beliau menjadi tokoh besar dalam perkembangan Buddhisme modern, khususnya aliran Humanistic Buddhism.
Di tengah perubahan besar akibat situasi politik di Tiongkok daratan, beliau bermigrasi ke Taiwan untuk melanjutkan perjalanan dharma dan pengabdiannya.
Pada 16 Mei 1967 di Kaohsiung, Taiwan. Kompleks pusatnya seluas sekitar 100 hektar dan berkembang menjadi pusat pendidikan Buddhis, museum, universitas, vihara, serta tempat ziarah umat Buddha dari berbagai negara.
Pada 3 Februari 1991 dibentuk Zhong Hua Fo Guang Xie Hui di Taipei, sebagai organisasi umat awam Fo Guang Shan.
Pada 16 Mei 1992, Buddha's Light International Association resmi berdiri sebagai organisasi internasional, berpusat di Hsi Lai Temple, Los Angeles, California, Amerika Serikat.
Ven. Shi Zong Ru datang ke Medan dan mulai membimbing umat serta menyebarkan ajaran Humanistic Buddhism, lalu mendirikan BLIA Sumatera Utara di bawah bimbingan Master Hsing Yun.
BLIA kini berada di lebih dari 180 negara dengan lebih dari 200 asosiasi cabang. Di Sumatera Utara, BLIA hadir di Medan, Berastagi, dan Lubuk Pakam.
Sang Pendiri
Sebagai tokoh yang sangat mengutamakan pendidikan sebagai dasar penyebaran Dharma, Master Hsing Yun berpendapat bahwa Buddhisme tidak hanya dipraktikkan di vihara, tetapi harus melalui pendidikan, budaya, dan pelayanan masyarakat agar ajaran Buddha dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mewujudkan visi tersebut, beliau mendirikan berbagai institusi pendidikan dan lima perguruan tinggi Buddhis di bawah sistem pendidikan Fo Guang Shan. Melalui sistem ini, beliau telah mendidik sekitar 1.500 anggota Sangha yang kemudian menyebarkan ajaran Buddhisme ke berbagai negara.
人間佛教
Menjadikan Buddhisme hadir dalam kehidupan manusia — bukan hanya di gunung atau vihara, tetapi di tengah masyarakat.
Gagasan Humanistic Buddhism yang dipromosikan oleh Master Tai Xu kemudian diwujudkan dan dikembangkan secara nyata oleh Master Hsing Yun melalui Fo Guang Shan, sehingga menjadi gerakan Buddhisme modern yang berkembang di seluruh dunia.
Ajaran yang dijalankan harus berdasarkan Dharma yang diajarkan oleh Buddha, bukan takhayul atau kepercayaan yang tidak sesuai dengan ajaran Buddha. Dasarnya adalah kebijaksanaan, sebab akibat (karma), dan jalan menuju pencerahan.
Ajaran Buddha harus menjawab kebutuhan manusia dalam kehidupan nyata, seperti kebahagiaan, ketenangan batin, etika, hubungan keluarga, pekerjaan, dan kehidupan sosial.
Buddhisme menekankan perbuatan baik, welas asih, kebajikan, dan keindahan moral dalam kehidupan manusia, sehingga dunia menjadi lebih damai dan harmonis.
Tujuan akhir Buddhisme Humanistik adalah memurnikan hati manusia, mengurangi keserakahan, kebencian, dan kebodohan, sehingga manusia menjadi lebih bijaksana, penuh welas asih, dan hidup lebih bermakna.
Identitas
Ketuk titik pada logo untuk membaca maknanya.
Lingkaran melambangkan keharmonisan dan keselarasan.
Arah
Sepenuh hati menerima dan menjalankan ajaran Sang Buddha, taat dan menghormati Triratna, menyebarluaskan Buddha Dharma dengan memberi manfaat bagi semua makhluk hidup, serta menyadarkan masyarakat umum agar menuju jalan pencerahan.
Mempelopori Buddha Dharma dalam kehidupan, membangun tanah suci sinar Buddha, serta merealisasikan kasih sayang universal dan welas asih untuk menolong makhluk hidup di dunia ini.
Berdisiplin dalam sila Buddhis, mengharmonisasikan lima arah tujuan Buddhisme, menjalankan sila, konsentrasi benar, dan kebijaksanaan demi mencapai penyempurnaan kepribadian diri.
Mengembangkan karakteristik internasional, melibatkan diri dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, memperluas wawasan, serta menitikberatkan kebersamaan dalam setiap lapisan masyarakat.
Di Sumatera Utara
Berdiri pada tahun 1992, kini hadir di tiga kota dengan kegiatan pembinaan umat, kelas Dharma, bakti sosial, donor darah, kegiatan pemuda BLIA YAD, perayaan Waisak, pendidikan Buddhis, dan kegiatan kebudayaan.